CONTOH WARNA FINISHING MEBEL JEPARA

FINISHING MEBEL JEPARA

Baiklah sekarang kita akan membahas tentang finishing untuk mebel jepara. Banyak orang yang belum tahu tentang bahan yang di pakai untuk proses finishing.

Sebelum kita bahas yang lebih mendalam dari proses finising, sebaiknya and baca dulu tentang :

PEMILIHAN KAYU JATI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MEBEL JEPARA

MEMBEDAKAN DESAIN KONSTRUKSI ASLI DAN PALSU DARI MEBEL JEPARA

Finishing mebel jepara dengan bahan bagus sekalipun tidak akan bisa menghasilkan produk bermutu tinggi. Karena semua harus berjalan seimbang untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

Banyak masalah masalah yang terjadi saat ini, seperti :

Produk Mebelnya kok berbau menyengat ?

Warnanya kok beda ? Tidak bisa rata menyeluruh ?

Selang beberapa waktu kok warnanya memudar ?

Kena benturan kok mengelupas?

Itulah pertanyaan pertanyaan umum atau banyak pelanggan mengalaminya.

 Benar ya ??? Setuju yaa…

Secara umum yang beredar dipasaran Indonesia, Finishingnya menggunakan Melamin dan Nc NITROCELLULOSE.

Semuanya mengunakan tinner untuk proses produksinya…

contoh warna finishing Natural Salak

Kami Prakarsa Jepara sedang mendemokan bahan finishing yang ramah lingkungan WATERBASED  tanpa menggunakan tiner.

Untuk di Indonesia sendiri masih jarang atau banyak yang belum tahu betul tentang finishing model ini. Di kelas dunia, produsen furniture di jepara sudah banyak produksi finishing waterbased dan di eksport keluar negeri.

Jadi …

Sekarang orang Indonesia sendiri harus mendapatkan produk dengan kualitas terbaik dari sumber daya alam yang melimpah di bumi pertiwi.

CONTOH WARNA FINISHING WALNUT
CONTOH WARNA FINISHING WALNUT

Mari sekarang kita akan bahas satu persatu :

Apa itu Melamin ? Apa itu Nc ?

Apa itu Waterbased ?

Semua punya kelebihan dan kekurangan masing masing …

Berikut adalah penjelasannya :

Melamine

Melamin adalah bahan finishing yang umum di jual di pasaran. Ciri finishing ini adalah ketika barang baru jadi, berbau menyengat, tebal, dan jika terjadi benturan akan mengelupas.

Masih menggunakan tiner, prosenya keringnya lama dan jika musim hujan rawan berkabut. Prosesnya satu kali jalan, jika gagal harus mengulangi dari awal.

Finishing melamin sering digunakan untuk produk dengan kayu yang kurang bagus (jati muda/jati yang putih), karena sifat finishing yang tebal. Yang umum saya temui di toko toko mebel di luar kota jepara.

Saya senidiri menggunakan finishing melamin untuk produk yang memang serat kayu tertutup. Seperti bahan kayu mahoni dan finishing duco putih. Kelebihan finishing melamin adalah untuk produk glossy, yang sifatnya mengkilap.

Agar tidak berbau saya kasih tambahan bahan pengering. Tanpa bahan pengering produk itu akan berbau menyengat ketika sampai di rumah pelanggan.

Diatas melamine ada produk yang sama yaiyu PU polytrune, sifatnya sama dengan melamine. PU kualitasnnya lebih bagus dari melamin.

Nc ( NITROCELLULOSE)”

Nc adalah bahan yang masih umum di jual di pasaran. Ciri finishing ini adalah warna dan serat kayu menyatu dan cenderung tipis. Jika terbentur sesuatu tidak mengelupas, cukup di gosok dengan kain atau jika ada silicon.

Kekurangan dari finishing Nc tidak bisa di pakai untuk top coat glossy. Karena sifatnya yang menyatu kelapisan kayu dan tipis. Dan masih menggunakan tiner.

Finishing Nc tidak berbau dan lebih cepat kering.

Kabanyakan finishing Nc menyukai top coat doff. Membuat serat kayu jati sangat bagus, kesan warna natural kayu sangat indah .

Maka saya sarankan anda ketika memlih finishing model ini, untuk produk dengan kualitas baik. Memilih bahan kayu jati blora perhutani dengan serat kayu terbaik.

Atau dengan segala pertimbangan budget. Sebelumnya anda bisa memilih bahan kayu jati di artikel sebelumnya.

Atau dengan segala pertimbangan budget. Sebelumnya anda bisa memilih bahan kayu jati di artikel sebelumnya.

PEMILIHAN KAYU JATI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MEBEL JEPARA

Waterbased

Finishing waterbased adalah finishing yang sesuai sama namanya menggunakan bahan dasar air. Di jepara sendiri masih jarang toko yang menjual bahan baku finishing waterbased.

“Tidak memakai tiner, tidak berbau dan ramah lingkungan”

Kenapa saya mendemokan finishing waterbased ke pelanggan saya ?

Apakah lebih murah ? Apakah lebih mudah ?

Jawabannya tidak…

Kita memproduksi mebel jepara dari sumber daya alam Indonesia, jika kedepan kita tidak menjaga alam. Selama apa bisnis ini bisa berjalan ?

Saya beri contoh :

 “Negara India dulu pengeksport mebel dengan bahan kayu jati terbesar, Sekarang negara india pengimport mebel terbesar “

Untuk prosesnya sendiri, lebih lama dari pada melamin atau Nc. Proses penghalusannya harus benar benar halus , karena menggunakan bahan air, yang harus diulang ulang. Bukan seperti tiner.

Dan jika menggunakan kayu jati muda ( jati yang putih) hasilnya akan belang untuk warnannya.

Kami PRAKARSA JEPARA selalu memberikan pilihan dan menjalin komunikasi kepada pelanggan.

Kebutuhannya seperti apa dan bagaimana maunya ?

“Karena produk mebel jepara dengan finishing waterbased mempunyai mutu yang tinggi. Tidak bisa di produksi jika barang tersebut menggunakan bahan baku kayu yang tidak bagus”

Produksinya harus dari bahan baku kayu yang mulus tanpa cacat

karena jika bahan kayu cacat setelah di finishing akan kelihatan hitam pekat.

Kalo anda membutuhkan produk bermutu tinggi anda perlu mencoba finishing waterbased ini .

Semua yang anda baca di artikel ini adalah sebuah pengalam dan proses berjalannya bisnis saya.

Di lingkungan pengarjin mebel yang senior dan yang masih mempertahankan produk dengan desain dan konstruksi asli mebel jepara.

CONTOH WARNA FINISHING KAYU SUAR
CONTOH WARNA FINISHING KAYU SUAR

Berikutnya jika anda ingin tahu proses pengiriman mebel jepara sampai ke tempat anda ?

Anda bisa baca artikel tentang

CARA PENGIRIMAN MEBEL JEPARA