Membedakan Desain dan Konstruksi asli dan palsu dari Mebel Jepara

Sekarang, karena anda sudah paham tentang berbagai kesalahan yang dilakukan terkait pembelian produk mebel jepara, yang beredar di pasaran atau di toko mebel di luar kota jepara.

Kenapa mebel jepara tidak seperti dulu lagi ?

Kayunya sudah tidak seperti dulu?

Jika belum baca dulu bab sebelumnya

Pemilihan kayu jati yang tepat untuk keperluan anda

Saatnya, kita memahami apa itu desain dan konstruksi asli ?

Jika anda tidak mengerti tentang ini, akibatnya produk yang anda terima akan :

Melengkung

Retak

Pecah

Konstruksi tidak kuat

Tidak tahan lama

Benar ya pendapat saya ini? Apakah anda pernah mempunyai / mengalami barang dengan keluhan seperti yang saya sebutkan di atas? Saya disini memberi sebuah contoh :

contoh lemari pakaian sliding
contoh lemari pakaian sliding

Gambar di atas adalah lemari pakaian 2 pintu sliding. Sekarang saya akan tanya ke anda ?

Dari segi kayu jatinya bagus ya? Serat Kayunya juga bagus ya ?

Desainnya bagus …

Berarti benar ya, anda tidak salah pilih ?

Iya kan? salahnya dimana ?

Salahnya itu pada konstruksi dan ketebalan kayu.

Yang harusnya lambung lemari ( sisi kanan dan sisi kiri lemari ) 2cm, di bikin 1.4cm …

dan di sambungan tidak ada isi kayu untuk memperkuat lem di dalamnya… jangka panjang akan berakibat pecah /retak pada sisi lambung lemari. Karena sifat kayu yang alami dan bisa berubah.

Desain dan konstruksi asli jepara mengutamakan kerapian dan kekuatan konstruksi..

Papan kayu jati sebelum di isi sambungan dan di lem
Papan kayu jati sebelum di isi sambungan dan di lem

Sambungan kayu seharusnya di isi, agar kuat konstruksinya.

Ketebalan Kayu 2 cm dengan isi di dalam sambungan.

Ketebalan 1 cm tetap pake isi dalam sambungan.

Selanjutnya, di lem dan di pres. Sambungan kayu yang bagus itu tidak ada bekas hitam/bekas lem. Yang baik adalah sambungan rapat tidak berbekas.

Sebagai contoh gambar di atas :

Sambungan kayu terlihat rapi dan pake isi, Di lem dengan rapat dan tidak ada bekas hitam. Sebaliknya jika tidak ada isi kayu pada sambungan, berakibat pecah dan bekas hitam pada lem terlihat jelas.

Lubang untuk pemasangan sekrup.

Konstruksi untuk tiang lemari pakaian.

Semua yang semestinya konstruksi dan ketebalan kayu minimal 2 cm, mulai sekarang banyak yang meninggalkannya…

Karena kebutuhan pasar memaksa para pengrajin menjualnya dengan harga murah…

Akibatnya …

Lambung lemari ( sisi kiri dan kanan lemari ) itu retak/ pecah karena terlalu tipis.

Juga untuk pintu lemari tersebut, pasti akan melengkung untuk waktu yang dekat sekitar 2-5 bulan.

Dan pintu lemari pakaian sliding akan susah untuk di kunci .

Apakah anda sependapat dengan saya ?

Bahwa masalah masalah tersebut timbul karena kurangnya komunikasi. Atau harga yang di tawarkan terlalu mahal tanpa di beritahu spesifikasi dan manfaat yang akan di peroleh .

Dari semua masalah tersebut. Kami PRAKARSA JEPARA mempunyai misi dan visi

#Mempertahankan produk yang berkualitas, dengan desain dan kosntruksi asli jepara. Membuat pelanggan mendapatkan kepuasan saat membeli produk dari jepara langsung, yang tentunya beda dengan furniture yang di jual di toko mebel di kota lain.

#Konsumen mendapatkan produk bagus, dengan harga terbaik dari produsen langsung

Semua yang di bahas disini, desain dan konstruksi asli .

Perlu anda tahu bahwa kekeringan kayu juga sangat berpengaruh besar dalam proses produksi barang mebel.

Dari :

Bab 1 Pemilihan kayu jati sebagai bahan baku pembuatan Mebel Jepara

Bab 2 Membedakan Desain Konstruksi asli dan palsu dari Mebel Jepara

Klo anda melewatkan kekeringan kayu maka hasilnya juga tidak akan maksimal.

Semua proses harus berjalan seimbang…

Maka dari itu banyak orang tidak percaya kalau pesan mebel jepara dengan kualitas terbaik bisa membutuhkan 1 tahun ?

Pendapat saya anda pasti enggan untuk menunggu selama itu ?

Benar ya ? Logikanya seperti itu …

Jika kayu masih basah, walaupun pemilihan kayu benar dan konstruksinya benar tetap ada resiko melengkung dan pecah /retak. Karena sifat kayu yang alami, tapi lebih sedikit resikonya sampai itu terjadi jika kayu sudah kering maksimal. 

Kayu yang sudah tua dan berdiamater diatas 25cm, apalagi kayu jati dari perhutani lebih cepat kering di bandingkan kayu jati yang masih muda .

Akibat dari kayu yang masih basah. Itu lebih beresiko ke tahap finishing.

Kayu yang belum kering akan mengganggu proses finising barang tersebut

Bisa berkabut dalam prosesnya

Warna tidak menyatu ke kayu

Dalam jangka panjang getah kayu keluar dan membuat barang itu tiudak bagus

Selajutnya kita akan bahas :

Finishing Mebel Jepara

Informasi lengkap :

MEBEL JEPARA DENGAN DESAIN DAN KONSTRUKSI ASLI

MENGENAL MEBEL JEPARA

PEMILIHAN KAYU JATI SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN MEBEL JEPARA

MEMBEDAKAN DESAIN KONSTRUKSI ASLI DAN PALSU DARI MEBEL JEPARA

FINISHING MEBEL JEPARA

CARA PENGIRIMAN MEBEL JEPARA